Feeds:
Pos
Komentar

Memang pada awalnya terlihat biasa saja, namun saat saya jadikan sebagai judul tulisan, pasti sudah sadar maksudnya apa. “Bagi yang membawa HP harap dimatikan”. Yap, kalimat yang cukup sadis menurut saya. Gimana jadinya kalau peraturan itu ditaati di setiap masjid?? Bisa-bisa terjadi pembunuhan di mana-mana. Kalau kita pahami lagi, kalimat itu sebenarnya tidak menggunakan pola kalimat yang benar. Sehingga bagi orang yang membacanya akan beranggapan bahwa semua orang yang membawa HP akan dibunuh! Contoh lain, “Dilarang berbicara saat khutbah.” Lucu ga sih? Kalau dilarang bicara, terus siapa yang akan khutbah? Khotib dan jama’ah akan bengong berjama’ah pada waktu khutbah. Perlu memang untuk memperbaiki bahasa yang kita gunakan, terutama dalam tulisan, yang tidak sejelas bahasa lisan.

Kasus serupa saya temukan juga di sebuah kamar mandi di asrama UI, yang sempat membuat saya dan teman-teman saya ketawa. Apakah itu? “Yang kencing harap disiram”. Jangan dibayangkan deh, nanti malah tambah ketawa. Masih berhubungan dengan kamar mandi, ada sebuah papan menarik yang saya temukan di daerah Bekasi. “Dilarang kencing di sini, kecuali anjing.” Ditulis di pagar dekat warung pinggir jalan. Kalau ini sih jelas bukan pesan yang efektif, karena anjing ga bisa baca tulisan. Ga mungkin toh ada anjing lewat, terus berhenti sejenak (kaya album JV aja), baca tulisannya, kemudian berpikir sebentar, terus dengan serta merta dia buang ‘hajat’ di situ. Bisa masuk koran tuh anjing..
Lanjut Baca »

Sahabat, tentunya kenal ‘kan dengan hewan yang dinamakan ayam? Makhluk Allah yang satu ini selalu istiqomah membangunkan kita -walaupun secara tidak langsung- dengan suara lantangnya di setiap waktu menjelang subuh. Dan tidak pernah bangun terlambat. Hebat ya? Pertanyaannya : “Kukuruyuuukk….” lho? Bukan bukan, yang benar pertanyaannya “Kenapa dinamakan ayam?” Jawabannya : Karena dina lapar…lho, kok jadi ngelantur. Sudah sudah..bukan itu pertanyaannya.

Ehm, menarik jika kita mau memberikan atensi lebih kepada ayam. Yang biasanya kita hanya dengar saat di pagi hari, cobalah sekali-kali memperhatikannya di malam hari. Tapi bukan memperhatikan lantas ayamnya dilihatin terus sampai pagi. Cukup didengarkan saja kira-kira jam berapa ayam biasanya berkokok. Dan ternyata ayam tidak punya jadwal berkokok yang jelas. Terutama di malam hari. Sangat sedikit sekali (bahkan hampir tidak ada) referensi ilmiah yang saya temukan yang berkaitan dengan ayam. Sebagian tidak dapat menjelaskan kenapa ayam berkokok, pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada saat malam hari, sampai menjelang subuh.

Lanjut Baca »

Payah nie..

Bulan Februari sampai akhir Maret berarti terhitung kira-kira 2 bulan. Bukan waktu yang sebentar. Tapi selama miliyaran detik itu aku ga bisa ngapa-ngapain. Mau berbuat ini, takut salah. Mau itu, nanti dicap sok tau. Ya sudahlah, lebih baik diam.

Saat dunia sibuk memberitakan perjuangan saudara-saudara di Gaza, saat dunia memberitahu bencana-bencana di Indonesia, saat tanggul Situ Gintung jebol, ku hanya bisa mengamati dari jauh, sibuk dengan kejenuhan di sini.

Seolah terjebak dan terjerat dalam jaring yang lebih kuat dari jaring Spiderman. Beraktivitas seperti biasa tanpa tahu ada naskah yang sedang dijalankan di sana. Kenapa? Rasanya benar-benar ga enak mondar-mandir di lingkungan tanpa tahu orang-orang sedang melirikmu dari belakang. Ada apa ya?

Ternyata setelah tau…

Astagfirullahal’adzim… Allah telah menegur dengan keras lewat ujian ini! Ya, mudah-mudahan ini adalah ujian, semoga aku termasuk ke dalam barisan hamba-Nya yang memasrahkan diri penuh hanya kepada sang Khaliq.

Sabar sabar…jangan sampai hanya karena ini semua jadi terbengkalai..masih banyak amanah-amanah yang menunggu di depan. Bergerak atau mati! Jika ingin berhenti, cukup sebentar saja untuk melengkapi bekal.

Kenapa air di kolam dan ember cucian begitu menjemukan?

Karena mereka air yang DIAM!

Kenapa air terjun dan aliran sungai itu begitu indah?

Karena mereka air yang BERGERAK!

Ya Allah…pegang janjiku ini, tidak akan kuulangi lagi ya Robb,, dan bimbinglah supaya ku tidak terjatuh (atau bahkan menjatuhkan diri) ke dalam lubang yang sama..

Ketika ku berbuat salah,tegurlah aku di dunia, karena aku tak akan sanggup memikul teguranMu di akhirat..

Hari baru Semangat baru!!

Memaknai Kekuatan Hijrah

Hijrah yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat beserta penduduk Makkah, dari Makkah menuju Madinah, bukanlah suatu perstiwa yang hanya akan kita peringati setiap tahunnya. Setiap tahunnya, tahun baru Hijriyah tiba ditandai bulan di langit menunjukkan hari tanggal satu Muharram. Umat Islam di manapun berada seharusnya dihentakkan oleh getaran sejarah masa lalu. Sejarah di saat Rasululah SAW berhijrah meninggalkan kota Makkah (tempat yang sangat Allah sucikan ) menuju kota Madinah.

Di hari itu tergambar dengan jelas titik perjuangan dan pengorbanan Rasulullah berserta sahabat-sahabatnya untuk mempertahankan risalahnya. Tak terbayang bagaimana penderitaan yang harus ditanggung ketika di siang hari yang sangat panas atau di malam yang sangat gelap, mereka berjalan kaki, turun naik gunung yang berbatu-batu, melewati padang sahara yang gersang, dengan perbekalan seadanya. Padahal di Makkah mereka bisa hidup nyaman. Namun semua itu dilakukan demi tegaknya agama ini. Hijrah adalah langkah strategis untuk membangun basis kekuatan baru. Tidak hanya kekuatan fisik, melainkan juga kekuatan psikologis.

Lanjut Baca »

Tokusatsu = Film anak-anak?

Benarkah film Tokusatsu hanya diperuntukan bagi anak-anak?
sebelumnya pada tau ga film tokusatsu itu apa?
Ikuti bahasannya di post berikutnya..
Ciauw…

We Will Not Go Down

Walaupun di mana-mana udah banyak yang memuat lirik lagu ini, tapi tetep mau dipost, ga lengkap rasanya kalo ga ikutan post lagu yang super keren ini..

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

All Music and Content Copyrighted. All rights reserved. © 2009

Kalender (takwim) merupakan alat dan sarana penting yang dibutuhkan manusia dalam interaksi antara kehidupan sesama sehari-hari. Penanggalan Hijriyah yang kita kenal saat ini, memiliki sejarah yang panjang, yang seharusnya tiap muslim memaknainya dan mengaplikasikannya dalam kesehariannya. Sejenak timbul pertanyaan, kenapa ditetapkan tanggal 1 Muharram? Ya, mari kita menilik kembali sejarah penetapan penanggalan kalender Hijriyah saat masa khalifah Umar, 17 tahun setelah hijrah Rasul.

Keputusan itu muncul setelah dijumpai kesulitan mengidentifikasikan dokumen yang tak bertahun. Suatu ketika, Umar bin Khottob menerima sebuah cek bertuliskan dari fulan kepada fulan yang lain yang berhutang yang waktu pelunasannya di bulan Sya’ban. Umar berkata, “Bulan Sya’ban yang mana? Apakah Sya’ban tahun ini, tahun sebelumnya, atau tahun depan?”. Lalu dalam kisah lain Abu Musa Al-Asya’ri r.a, Gubernur Kufah (Irak) kala itu menyampaikan kepada khalifah Umar bin Khattab r.a agar dalam surat-suratnya membubuhkan tarikh kapan surat tersebut ditulis. Kemudian Umar mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menentukan sebuah penanggalan agar manusia dapat mengetahui waktu pelunasan hutang dan juga perkara-perkara lainnya.

Lanjut Baca »